Kematian (Mortalitas)
Kematian atau mortalitas adalah salah satu dari ketiga komponen demografi yang berpengaruh terhadap struktur dan jumlah penduduk. Dua komponen demografi lainnya adalah fertilitas dan mobilitas penduduk. Tingkat tinggi rendahnya mortalitas penduduk suatu daerah tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan penduduk, tetapi juga merupakan barometer dari tinggi rendahnya tingkat kesehatan masyarakat di daerah tersebut. Dengan memperhatikan trend dari tingkat mortalitas di masa lampau dan
estimasi di masa mendatang dapatlah di buat sebuah proyeksi penduduk wilayah bersangkutan.
Yang dimaksud mati adalah peristiwa menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup (Budi Utomo, 1985). Dari definisi terlihat bahwa keadaan ”mati” hanya bisa terjadi kalau sudah terjadi kelahiran hidup. Kelahiran hidup adalah peristiwa keluarnya hasil konsepsi dari rahim seorang ibu secara lengkap, dengan disertai tanda-tanda hidup (denyut jantung, denyut tali pusat atau gerakan-gerakan otot) tanpa memandang apakah tali pusat sudah dipotong atau belum. Dengan demikian keadaan mati selalu didahului oleh keadaan hidup. Dengan kata lain, mati tidak pernah ada kalau tidak ada kehidupan. Sedangkan hidup tidak selalu dimulai dengan lahir hidup (live birth).
Sumber data mortalitas penduduk di indonesia adalah registrasi penduduk. Cara pengumpulannya prospektif yaitu pencatatan yang kontinyu terhadap tiap-tiap peristiwa kematian. Untuk menghitung data kematian penduduk, ada 3 perhitungan yaitu: tingkat kematian kasar (Crude Death Rate), tingkat kematian menurut umur (Age Specific Death Rate), dan kematian bayi (Infant Death Rate).
Selama periode sebelum Perang Dunia II, perkiraan tingkat mortalitas di Indonesia sangat tinggi yaitu antara 28-35 per 100 penduduk. Pada periode ini, angka harapan hidup pada waktu lahir berkisar antara 30-35 tahun. Tingkat kematian per tahun selama periode ini sangat tidak menentu sebagai akibat penyakit tuberkulosis, kolera, cacar, wabah pes, dan typus. Keadaan perumahan yang tidak sehat dan kekurangan makanan yang bergizi atau malnutrisi menambah banyak daftar catatan kematian.
Setelah tahun 1960-an, dan dengan dimulainya rencana pembangunan lima tahun pertama dan berkurangnya inflasi sesudah tahun 1968, terjadilah perbaikan-perbaikan dalam bidang kesehatan masyarakat. Puskesmas mulai didirikan di kota-kota kecamatan, tenaga dokter, perawat dan bidan mulai di mobilisir di pusat-pusat kesehatan tersebut, maka mulai tampak penurunan tingkat kematian di Indonesia.
Kelahiran (Fertilitas)
Istilah fertilitas adalah sama dengan kelahiran hidup (live birth), yaitu terlepasnya bayi daru rahim seorang perempuan dengan adanya tanda-tanda kehidupan; misalnya berteriak, bernafas, jantung berdenyut dan sebagainya. Apabila pada waktu lahir tidak ada tanda-tanda kehidupan, disebut dengan lahir mati (still birth) yang di dalam demografi tidak diangap sebagai peristiwa kelahiran. Disamping istilah fertilitas ada juga istilah fekunditas (fecundity) sebagai petunjuk kepada kemampuan fisiologis dan biologis seorang perempuan untuk menghasilkan anak lahir hidup.
Pengukuran fertilitas lebih kompleks debandingkan dengan pengukuran mortalitas, karena seorang perempuan hanya meninggal satu kali, tetapi ia dapat melahirkan lebih dari satu bayi. Kompleksnya pengukuran fertilitas, karena kelahiran melibatkan dua orang (suami dan istir), sedangkan kematian hanya melibatkan satu orang saja (orang yang meninggal). Masalah yang lain yang dijumpai dalam pengukuran fertilitas adalah tidak semua perempuan mengalami resiko melahirkan karena ada kemungkinan beberapa dari mereka tidak mendapat pasangan untuk berumah tangga. Juga ada beberapa perempuan yang bercerai, menjanda. Memperhatikan masalah-masalah diatas, terdapat variasi pengukuran fertilitas yang dapat diterapkan, dan masing-masing mempunyai keuntungan dan kelemahan.
Pengukuran fertilitas tahunan hampir sama dengan pengukuran mortalitas. Ukuran-ukuran fertilitas tahunan yang akan dibicarakan di bawah ini meliputi: tingkat fertilitas kasar (Crude Birth Rate), tingkat fertilitas umum (General Fertility Rate), tingkat fertilitas menurut umur (Age Specific Fertily Rate) dan tingkat fertilitas menurut ukuran kelahiran (Birth Order Specific Fertily Rates).
Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya fertilitas dapat dibagi menjadi dua yaitu faktor demografi dan faktor non demografi. Faktor demografi di antaranya adalah sturktur umur, struktur perkawinan, umur kawin pertama, paritas, disrupsi perkawinan, dan proporsi yang kawin. Sedangkan faktor non demografi antara lain, keadaan ekonomi penduduk, tingkat pendidikan, perbaikan status perempuan, urbanisasi dan indstrialisasi. Variabel-variabel di atas dapat berpengaruh secara langsung terhadap fertilitas, ada juga berpengaruh tidak langsung.
Davis dan Blake (1956) menyebutkan 11 variabel antara yang dikelompokkan sebagai berikut:
1. Umur memulai hubungan kelamin
2. Selibet permanen, yaitu lama proporsi wanita yang tidak pernah melakukan hubungan kelamin
3. Lamanya masa reproduksi yang hilang karena
a. Perceraian, perpisahan, atau ditinggal pergi oleh suami
b. Suami meninggal dunia
4. Abstinensi sukarela
5. Abstinensi karena terpaksa
6. Frekuensi hubungan seks
7. Kesuburan dan kemandulan biologis
8. Menggunakan atau tidaknya menggunakan alat-alat kontrasepsi
9. Kesuburan atau kemandulan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor disengaja, misalnya sterilisasi
10. Kematian janin karena faktor-faktor yang tidak disengaja
11. Kematian janin karena faktor-faktor yang disengaja
Mobilitas Penduduk
Mobilitas penduduk dapat dibedakan antara mobilitas penduduk vertikal dan mobilitas penduduk horisontal. Mobilitas penduduk vertikal ini sering disebut dengan perubahan-perubahan status, dan salah satu contohnya adalah perubahan status pekerjaan. Seseorang yang mula-mula bekerja dalam sektor pertanian sekarang bekerja di sektor pertanian.
Mobilitas penduduk horizontal, atau serinf pula disebut dengan mobilitas penduduk geografis, adalah gerak (movement) penduduk yang melintasi batas wilayah menuju ke wilayah lain dalam periode waktu tertentu (Mantra,1978). Penggunaan batas wilayah dan waktu untuk indikator mobilitas penduduk horizontal ini mengikuti paradigma ilmu geografi yang mendasarkan konsepnya atas wilayah dan waktu (space and time concept).
Ada beberapa teori yang mengatakan mengapa seseorang mengambil keputusan melakukan mobilitas, di antaranya adalah teori kebutuhan dan tekanan (need and stress). Tiap-tiap individu mempunyai kebutuhan yang perlu untuk dipenuhi. Kebutuhan tersebut dapat berupa kebutuhan ekonomi, sosial, dan psikologi. Apabila kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi, terjadilah tekanan atau stress. Tinggi rendahnya stress yang dialami oleh individu berbanding terbalik dengan proporsi pemenuhan kebutuhan tersebut.
Ada dua akibat dari stress di atas. Kalau stress seseorang tidak terlalu besar (masih dalam batas toleransi), orang tersebut tidak akan pindah. Dia tetap tinggal di daerah asal dan menyesuaikan kebutuhannya dengan keadaan lingkungan yang ada. Apabila stress yang dialami seseorang diluar batas toleransinya, orang itu mulai memikirkan untuk pindah ke daerah lain dimana kebuuhannya dapat terpenuhi. Atau dengan ungkapan lain, seseorang akan pindah dari daerah yang memiliki nilai kefaedahan (place utility) lebih rendah ke daerah yang mempunyai nilai kefaedaha lebih tinggi dimana kebutuhannya dapat terpenuhi.
19 Mei 2009
Fertilitas, Mortalitas dan Mobilitas Penduduk
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)




AV,無碼,a片免費看,自拍貼圖,伊莉,微風論壇,成人聊天室,成人電影,成人文學,成人貼圖區,成人網站,一葉情貼圖片區,色情漫畫,言情小說,情色論壇,臺灣情色網,色情影片,色情,成人影城,080視訊聊天室,a片,A漫,h漫,麗的色遊戲,同志色教館,AV女優,SEX,咆哮小老鼠,85cc免費影片,正妹牆,ut聊天室,豆豆聊天室,聊天室,情色小說,aio,成人,微風成人,做愛,成人貼圖,18成人,嘟嘟成人網,aio交友愛情館,情色文學,色情小說,色情網站,情色,A片下載,嘟嘟情人色網,成人影片,成人圖片,成人文章,成人小說,成人漫畫,視訊聊天室,性愛,色情,080苗栗人聊天室,免費a片,視訊美女
BalasHapus,徵信社,尋人,偵探,偵探社,徵才,私家偵探,徵信,徵信社,徵信公司,抓猴,出軌,背叛,婚姻,劈腿,感情,第三者,婚外情,一夜情,小老婆,外遇,市場調查,公平交易法,抓姦,債務,債務協商,應收帳款,詐欺,離婚,監護權,法律諮詢,法律常識,離婚諮詢,錄音,找人,追蹤器,GPS,徵信,徵信公司,尋人,抓姦,外遇,徵信,徵信社,徵信公司,尋人,抓姦,外遇,徵信,徵信社,徵信公司,尋人,抓姦,外遇,徵信,徵信社,徵信公司,尋人,抓姦,外遇,徵信社
BalasHapusSo, even though the links of london wedding attire is given the prime links jewellery focus, it is important to look into links of london uk issues like the choice of hair and make-up, cheap links of london shoes that compliment the attire and links london jewellery other such seemingly trivial yet very cheap watch charm important details.Things to Look Out for friendship bracelets by choosing, shoes that compliment your sweetie bracelets uk wedding attire perfectly. Make sure to not only Links london Chains focus on the look of the shoe but to also pay links london pendants attention to the material of the shoe.
BalasHapus